Kota Malang - Dibuka oleh wali kota Malang Wahyu Hidayat pada Rabu (26/8) malam, gelaran festival ‘Kampung Klasik IV’ di Rw XI perumahan Villa Bukit Tidar kelurahan Merjosari kecamatan Lowokwaru berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Even tahunan yang dihelat mulai tanggal 26-29 Agustus ini menyajikan sejumlah pertunjukan seni budaya, bazar pelaku UMKM dan sejumlah pelatihan bagi warga sekitar.
Atas digelarnya even yang ke empat ini pun menuai apresiasi dari wali kota Wahyu yang dalam acara pembukaan ini didampingi oleh beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, selain penyajiannya luar biasa, yang juga tidak kalah menarik adalah, karena even sebesar ini diinisiasi warga dari Rt 1 -18 dengan penuh antusias.
“Kegiatan ini sebagai salah satu bukti jika warga disini sangat guyub, saling menghargai dan mau bekerja keras. Hal ini patut di contoh, karena apabila warga bersatu dan komunikasinya baik, maka akan membawa banyak dampak positif serta dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi,” jelas orang nomor satu di pemkot Malang itu.
Ditambahkan Wahyu, jika festival ini juga membawa dampak-dampak positif yang lain, seperti halnya dalam upaya mengungkit ekonomi masyarakat karena 65 tenan pelaku UMKM semua dari warga. “Dari acara seperti ini juga nantinya diharapkan akan semakin banyak bermunculan pelaku UMKM yang berdaya saing di pasar global,” imbuhnya.
Disisi lain, lanjut dia, agenda wisata ini pun juga akan mendongkrak jumlah kunjungan wisata ke kota Malang. Karena apabila disajikan dengan baik seperti ini bukan tidak mungkin akan banyak pengunjung dari kelurahan, kecamatan dan bahkan kota lain serta tidak menutup kemungkinan wisatawan dari manca neagara akan turut mengunjunginya.
Maka dari itu pesan Wahyu, even sepperti ini harus dipertahankan dan bahkan kedepan dilaksanakan dengan lebih baik lagi. Apalagi yang menjadi panitia sebagian besar dari kaum muda, yang notabene mempunyai semangat tinggi. “Saat ini masih dalam suasana memperingati HUT RI ke 81, maka tentu juga akan menanamkan jiwa cinta budaya dan bangsa di kalangan kaum muda,” sambungnya.
Lebih jauh Wali kota Wahyu menyampaikan, dari stan bazar dan pameran yang ditampilkan sangat menarik. Berbagai rumah dan busana dari berbagai suku seperti Madura dan Oseng Banyuwangi dengan berbagai ornamennya memberi kesan serta pelajaran tersendiri, terutama bagi kaum muda agar kedepan lebih mengenal dan mencintai budaya warisan leluhur tersebut.
Selain itu, disini juga banyak disuguhkan makanan-makanan tradisional atau tempo dulu. Misalnya lupis, surabi, klepon dan putu yang mungkin anak muda saat ini belum tahu bentuk maupun rasanya. “Dengan adanya even ini maka akan menambah pengetahuan mereka. Acara ini bagus, mbois berkelas, saya salut, terima kasih untuk semua pihak yang terlibat. Tahun depan bisa ditingkatkan lagi,” pungkas Wahyu.(asa)


Comments
Post a Comment