Kota Malang - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya menggelar aksi doa bersama bertajuk “Doa untuk Ibu Pertiwi” di Bundaran Alun-Alun Merdeka, Kota Malang, Jumat (28/8/2026) malam. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 orang dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan keprihatinan terhadap sejumlah persoalan sosial, politik, pemberantasan korupsi, hingga isu lingkungan.
Dalam aksi ini mereka membentangkan sejumlah banner dan poster yang berisi pesan terkait kondisi Indonesia. Pesan yang disampaikan diantaranya yaitu “Lekas Sembuh Indonesiaku”, “Never Forget 135+”, “Lekas Sembuh Negeriku”, hingga “Ndasmu Wowo”.
BEM Malang Raya menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan solidaritas yang terbuka bagi berbagai elemen masyarakat. Meski dikemas dalam bentuk doa bersama dan bukan demonstrasi, kegiatan tersebut turut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan nasional yang tengah berkembang.
Dalam orasinya, peserta aksi menyoroti sejumlah persoalan di negeri ini. Misalnya terkait pembakaran hutan di Kalimantan yang dinilai masih menjadi ancaman terhadap lingkungan dan masyarakat. Mereka mendorong pemerintah agar dapat mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik yang menyebabkan kerusakan lingkungan tersebut.
Selain isu ekologis, para mahasiswa ini juga mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. Mereka menilai regulasi tersebut diperlukan untuk memperkuat pemberantasan korupsi, terutama dalam menelusuri dan merampas aset yang berasal dari tindak pidana korupsi serta mengembalikan kerugian negara.
Massa juga menyuarakan tuntutan agar pelaku korupsi mendapatkan hukuman berat, termasuk wacana penerapan hukuman mati. Selain itu, massa aksi juga mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan.
Mereka mempertanyakan proses lahirnya kebijakan tersebut dan mendorong masyarakat untuk terus mengawasi setiap kebijakan pemerintah. "Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Hari ini kita datang untuk membawa suara rakyat dan menyampaikan seluruh aspirasi rakyat kepada pemerintah,” ujar Rein Marung selalu koordinator BEM Malang raya saat berorasi.
Usai berorasi, para mahasiswa ini membacakan sumpah mahasiswa yang kemudian dilanjutkan dengan aksi teatrikal, menyalakan lilin serta menyanyikan lagu Tanah Airku sebelum melaksanakan diakhiri dengan doa bersama.
Dalam aksi ini, BEM Malang Raya menyampaikan empat poin pernyataan sikap. Yang pertama, mendesak pemberantasan korupsi secara menyeluruh melalui penegakan hukum yang tegas dan transparan. Kedua, meminta pengawasan total terhadap persoalan MBG melalui pemantauan dan pengawasan terhadap berbagai persoalan maupun dugaan pelanggaran yang terjadi.
Ketiga, mereka menyerukan penghentian penghalangan demokrasi dan meminta agar kebebasan berpendapat, berkumpul, serta menyampaikan kritik tetap dijamin tanpa intimidasi. Keempat, mereka mendesak pemerintah menangani bencana ekologis secara serius, termasuk menghentikan kerusakan lingkungan dan menindak pihak yang terbukti melakukan perusakan ekosistem.(asa)

Comments
Post a Comment