Kota Malang — Wali Kota Malang mengunjungi pameran fotografi yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang, Sabtu (26/9/2026). Dalam kunjungannya, Wali Kota tidak hanya melihat karya yang dipamerkan, tetapi juga berdiskusi langsung mengenai cerita dan sudut pandang yang dihadirkan para fotografer.
Wali Kota menilai kekuatan sebuah karya fotografi tidak hanya terletak pada visual yang menarik, tetapi juga pada kemampuan foto menghadirkan cerita dari sudut pandang yang tidak biasa.
Menurutnya, foto yang menyajikan perspektif berbeda dari apa yang selama ini ditampilkan media dapat membuat orang berhenti, memperhatikan, kemudian memahami cerita yang ada di baliknya.
Ia juga memberikan perhatian pada sejumlah karya yang menurutnya mampu menggambarkan kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Salah satunya adalah karya yang menampilkan kehidupan di dalam sebuah rumah, lengkap dengan berbagai elemen yang menggambarkan identitas dan kehidupan penghuninya.
Dari satu karya tersebut, menurutnya, masyarakat dapat menangkap banyak cerita, mulai dari kehidupan keluarga hingga rasa nasionalisme yang hadir dalam ruang domestik.
“Kalau dalam satu foto kita bisa lihat berbeda angelnya, yang tidak biasa ditampilkan di media-media, itu menjadi orang tertarik,” ujar Wali Kota saat berdiskusi mengenai karya yang dipamerkan.
Ia menambahkan, fotografi memiliki kekuatan ketika visual yang ditampilkan mampu membawa penonton memahami sebuah cerita tanpa harus selalu bergantung pada penjelasan panjang.
“Yang tidak biasa ini menjadi sesuatu yang menarik. Yang tidak bisa kita lihat semua, yang tidak biasa tapi tampilannya juga membuat orang pertama ini melihat, ingin langsung kemudian berpikir,” katanya.
Pameran PFI Malang tahun ini mengangkat tema “Tanah, Pangan, dan Harapan”. Tema tersebut dinilai memiliki relevansi dengan berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari keterbatasan lahan hingga persoalan pangan dan harapan terhadap masa depan.
Selain mengapresiasi karya, Wali Kota juga menyampaikan harapannya agar pameran fotografi dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat menghadirkan ruang yang semakin representatif sehingga lebih banyak masyarakat dapat menikmati sekaligus memahami cerita yang disampaikan melalui karya fotografi.
“Karena di sini lalu-lalang masyarakat, mereka juga akan bisa melihat karya-karya dari seluruh fotografer yang sudah menampilkan karya terbaiknya,” ujarnya.
Pameran fotografi PFI Malang berlangsung hingga Minggu (27/9/2026), dengan waktu kunjungan mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Melalui pameran ini, PFI Malang tidak hanya menghadirkan karya visual, tetapi juga membuka ruang perjumpaan antara fotografer, masyarakat, dan berbagai cerita tentang kehidupan, lingkungan, serta persoalan yang dekat dengan keseharian.(asa)

Comments
Post a Comment