Kota Malang - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Malang melalui lembaga amil zakat, infaq dan sedekah muhammadiyah (Lazismu) kota Malang melaksanakan pemotongan hewan dam atau denda dari jemaah haji, di area masjid Manarul Islam kota setempat pada Sabtu (30/5). Hewan dam ini berasal dari jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah kota Malang.
Adapun hewean yang dipotong yaitu 11 ekor sapi dan 5 ekor kambing, dan pelaksanaan program ini merujuk pada pandangan fikih majelis tarjih dan tajdid pimpinan pusat Muhammadiyah serta regulasi resmi pemerintah yang membuka ruang bagi pemanfaatan nilai sosial ekonomi hewan dam di tanah air.
Demikian yang disampaikan ketua harian PDM kota Malang, Dr. dr. H. A. Andyk Asmoro, Sp.An-TI., FIPM., saat ditemui di tengah – tengah acara penyembelihan hewan dam tersebut. Daging hasil pemotongan hewan dam ini, kata dia, didistribusikan oleh Lazismu kota Malang kepada masyarakat luas yang terbagi dalam beberapa bagian. Seperti halnya kawasan kantong kemiskinan, keluarga dengan risiko stunting, panti asuhan serta para santri di pondok pesantren binaan Muhammadiyah serta Aisyiyah di wilayah Malang raya.
Program ini, lanjut dokter Andik, membuktikan bahwa ibadah haji tidak hanya memiliki dimensi spiritual individual antara hamba dengan sang pencipta, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat. Meski ini yang pertama kami dilaksanakan, namun pihaknya sangat mengapresiasi kepercayaan para jamaah haji KBIHU RSI Aisyiyah kota Malang,
“Melalui Lazismu, dapat dipastikan amanah ini dikelola dengan prinsip tepat sasaran higienis dan memberikan dampak sosial ekonomi yang nyata bagi warga Malang raya yang membutuhkan. Pemotongan hewan dam ini juga perwujudan dari haji yang mabrur dan peduli terhadap sesama,” urainya.
Lebih lanjut dokter Andik mengatakan, dengan terlaksananya pemotongan dam di dalam negeri ini, PDM kota Malang bersama KBIHU RSI Aisyiyah dan Lazismu berkomitmen untuk terus memelopori tata kelola ibadah yang berdampak luas dan berkelanjutan bagi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.(asa)


Comments
Post a Comment